fbpx
IKUTI
  • 1 tahun yang lalu / dibuka kemitraan asgatour 2023 ! semua orang bisa jadi pengusaha tour and travel
  • 1 tahun yang lalu / Asgatour .: liburan tanpa mumet tanpa ribet :.
  • 1 tahun yang lalu / asgatour private & custom tour specialist
5 Benteng Peninggalan Masa Penjajahan di Indonesia yang Jadi Tempat Wisata Unik dan Menarik!

5 Benteng Peninggalan Masa Penjajahan di Indonesia yang Jadi Tempat Wisata Unik dan Menarik!

Oleh : Fidella Sita Aprila - Kategori : Uncategorized
9
Mar 2023

Bentuk fisiknya yang kokoh, benteng-benteng ini menyimpan cerita sejarah yang tak ternilai harganya. Namun, sekarang, benteng-benteng bersejarah ini sudah menjadi tempat wisata yang akan membawamu pada sebuah perjalanan menelusuri masa lalu, melalui bangunan megah peninggalan masa penjajahan yang masih berdiri tegak hingga kini. Kamu bisa mengagumi kemegahan benteng ini dan juga mempelajari dan menyadari tentang hebatnya para pahlawan Indonesia di masa lalu melawan para penjajah! Selain itu, kamu bisa mengagumi keindahan arsitektur kuno yang memiliki sejarah berharga di baliknya. Simak list Asgatour tentang tempat wisata bersejarah benteng peninggalan masa penjajahan di Indonesia ini!

  1. Benteng Marlborough, Bengkulu
(pariwisata.bengkuluprov.go.id)

Benteng Marlborough adalah benteng warisan penjajahan Inggris yang memiliki luas 44.000 m2 dan merupakan benteng terbesar yang pernah dibangun Inggris di Asia Tenggara. Benteng ini juga merupakan benteng terkuat kedua milik Inggris di wilayah timur setelah benteng St. George di Madras, India. Benteng ini memiliki desain arsitektur khas Inggris abad ke-17 dan langsung menghadap ke Samudera Hindia, Sobat Asga bisa langsung merasakan khas nya desain benteng ini. Benteng ini juga dikelilingi oleh parit selebar tujuh meter yang membentuk bentuk mirip kura-kura. Untuk masuk ke dalam benteng, harus melewati bagian revalinenya dulu (kepala kura-kura) yang dihubungkan dengan jembatan yang dulunya bisa diangkat untuk mengantisipasi serangan dari lawan. Benteng Marlborough ini dibangun oleh East India Company (EIC) pada 1713-1719 di bawah pimpinan Gubernur Jenderal Joseph Callet sebagai benteng pertahanan. Benteng ini pernah dipugar pada tahun 1983-1984 oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Benteng Marlborough, bersama dengan peninggalan sejarah lainnya di Bengkulu, dijadikan sebagai Benda Cagar Budaya, Situs, atau Kawasan yang Dilindungi oleh pemerintah. Hingga saat ini, benteng Malborough sudah menjadi tempat wisata yang bisa kamu kunjungi saat ke bengkulu.

  1. Benteng Rotterdam, Makassar

Destinasi wisata benteng menarik lainnya yang layak kamu kunjungi adalah Benteng Rotterdam. Benteng yang juga dikenal dengan nama Fort Rotterdam ini terletak di Jalan Ujung Pandang No.1, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Benteng ini merupakan peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo dan awalnya bernama Benteng Ujung Pandang. Benteng Rotterdam ini dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9 bernama I Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa’risi’ Kallonna, dan terletak di tepi pantai sebelah barat Kota Makassar. Ketika Kerajaan Gowa-Tallo menandatangani Perjanjian Bongaya pada tahun 1667, Benteng Ujung Pandang diambil alih oleh Belanda dan berganti nama menjadi Fort Rotterdam. Saat ini, Museum La Galigo berada di dalam Benteng Rotterdam. Museum ini menyimpan benda-benda peninggalan sejarah mulai dari masa Kerajaan Gowa Tallo hingga masa penjajahan Belanda. Bagi Sobat Asga yang ingin masuk ke Museum La Galigo, akan dikenakan biaya retribusi sebesar Rp 5.000, murah banget kan? Meski begitu, kamu tidak akan dikenakan biaya untuk masuk ke dalam Benteng Rotterdam kok. Benteng ini memiliki lokasi yang sangat dekat dengan Pantai Losari, yang merupakan ikon Kota Makassar. Oleh karena itu, Benteng Rotterdam patut menjadi salah satu destinasi wisata benteng peninggalan masa penjajahan yang layak kamu kunjungi.

  1. Benteng Van Den Bosch, Ngawi
(bappelitbang.ngawikab.go.id)

Benteng Van den Bosch, atau lebih dikenal sebagai Benteng Pendem, adalah sebuah benteng yang terletak di Kelurahan Pelem, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi dengan ukuran bangunan 165 m kali 80 m dan luas tanah 15 hectare. Benteng ini memiliki letak yang sangat strategis, karena berada di persimpangan antara sungai Bengawan Solo dan Sungai Madiun. Dibangun pada abad ke-19, saat Ngawi menjadi salah satu pusat perdagangan dan pelayaran di Jawa Timur serta dijadikan pusat pertahanan Belanda di wilayah Madiun dan sekitarnya selama Perang Diponegoro (1825-1830). Pada masa itu, perlawanan terhadap Belanda yang membara di wilayah tersebut dipimpin oleh kepala daerah seperti Bupati Kerto Dirjo di Madiun dan Adipati Judodiningrat serta Raden Tumenggung Surodirjo di Ngawi, serta seorang pengikut Pangeran Diponegoro bernama Wirotani. Namun, pada tahun 1825, Ngawi berhasil direbut dan diduduki oleh Belanda. Untuk mempertahankan kedudukan dan menguasai jalur perdagangan yang strategis, Pemerintah Hindia Belanda membangun Benteng Van den Bosch pada tahun 1845. Benteng ini ditempati oleh 250 tentara Belanda yang dilengkapi dengan senjata bedil, enam meriam api, dan 60 kavaleri, di bawah kepemimpinan Johannes van den Bosch. Benteng Pendem dirancang untuk terlihat terpendam dari luar, dengan sengaja dibangun lebih rendah dari tanah sekitar yang dikelilingi oleh tanah tinggi. Namun, saat ini, Benteng Pendem bisa kamu kunjungi sebagai tempat wisata peninggalan masa penjajahan yang menarik dan penuh dengan sejarah!

  1. Benteng Belgica, Banda Neira

Pada tanggal 4 September 1611, Benteng Belgica dibangun atas perintah Gubernur Jenderal VOC Pieter Both sebagai respons terhadap perlawanan masyarakat Banda yang menentang monopoli perdagangan pala oleh VOC. Benteng ini juga awalnya berfungsi sebagai basis militer yang sangat disegani di daratan Banda dan sekitarnya, serta memiliki julukan “Mahkota Berpucuk Lima di Atas Kepala Keluarga Nassau dan Pelindung Banda”. Benteng Belgica ini terletak di wilayah Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah, dengan ketinggian 30 meter di atas permukaan laut, sehingga hampir semua wilayah Neira dan sekitarnya dapat dipantau melalui benteng ini. Letak strategisnya di atas Bukit Tabeleku dimanfaatkan untuk mengawasi gerak-gerik kapal penyelundup rempah-rempah dan mengintai tentara Inggris pada saat itu. Selain sebagai basis militer, Benteng Belgica juga berfungsi sebagai pusat pemerintahan VOC pada masa kolonial sebelum akhirnya dipindahkan ke Batavia. Secara desain arsitektur, Benteng Belgica terdiri dari balok batu yang disusun teratur dan direkatkan serta diplester dengan lapisan kapur. Bangunan ini hanya memiliki empat sudut jika Sobat Asga lihat dari dekat, namun jika dilihat dari ketinggian, akan terlihat bentuk sepenuhnya dari Benteng Belgica yang berbentuk segi lima dengan dua lapis dan menara besar di setiap sisinya. Hingga saat ini, meski terkesan sudah kuno, Benteng Belgica masih berdiri kokoh dengan pesona dan aura megah yang tak pernah luntur oleh zaman. Ratusan tahun berselang, tepatnya tahun 2015, Benteng Belgica telah resmi terdaftar sebagai salah satu Cagar Budaya. Kini, Benteng Belgica menjadi salah satu destinasi pariwisata di Banda Neira yang populer dan memikat wisatawan lokal maupun manca negara.

  1. Benteng Van der Wijck, Kebumen
(goodnewsfromindonesia.id)

Dan yang terahir, Benteng Van Der Wijck. Benteng ini adalah salah satu peninggalan sejarah yang dapat ditemukan di Jawa Tengah. Benteng tersebut terletak di Gombong, dan merupakan warisan Kolonial Belanda yang memiliki keunikan tersendiri juga nih Sobat Asga. Uniknya, benteng ini terletak pada bangunan yang seluruhnya terbuat dari batu bata loh, bahkan atapnya juga terbuat dari batu bata yang kokoh dan dibuat menyerupai bukit-bukit kecil, sehingga sangat ideal sebagai tempat pertahanan sekaligus pengintaian. Benteng Van Der Wijck diperkirakan berusia ratusan tahun karena dibangun pada masa perang Pangeran Diponegoro (1825-1830). Setelah Belanda meninggalkan Indonesia, kompleks benteng dimanfaatkan oleh TNI Angkatan Darat. Sejak tahun 2000 juga, Benteng Van Der Wijck dikembangkan menjadi daya tarik wisata bersejarah. Kini, kompleks Benteng Van Der Wijck telah dilengkapi dengan beragam fasilitas yang bisa kamu nikmati dan manfaatkna, seperti permainan anak, gedung pertemuan, serta hotel wisata yang masih mempertahankan arsitektur asli bangunan.

Dengan keunikannya yang memikat dan sejarahnya yang mendalam, tidak dapat dipungkiri ya bahwa benteng peninggalan zaman penjajahan di Indonesia ini merupakan destinasi wisata yang tak boleh kamu lewatkan. Itulah informasi pariwisata dari Asgatour yang dapat memberikan pemahaman yang lebih luas tentang sejarah dan budaya Indonesia, serta menginspirasi para Sobat Asga untuk menjaga dan melestarikan warisan bersejarah ini! Hubungi Asgatour di nomor WhatsApp 0817-220-200 untuk informasi pariwisata yang lebih menarik ya!

0 Komentar

ALamat Kami

PT. Wakca Intan Wisata

SIUP 0220107362663
NPWP 54.591.551.4-444.000
Jl. Panawuan No. 15, RT. 04/07, Ds. Sukajaya, Kec. Tarogong Kidul, Kab. Garut - 44151 - 44151

0817220200

hubungi kami >

Daftar Paket WISATA