fbpx
IKUTI
  • 1 tahun yang lalu / dibuka kemitraan asgatour 2023 ! semua orang bisa jadi pengusaha tour and travel
  • 1 tahun yang lalu / Asgatour .: liburan tanpa mumet tanpa ribet :.
  • 1 tahun yang lalu / asgatour private & custom tour specialist
10 Tempat Wisata Penuh Sejarah yang Ada di Malaysia!

10 Tempat Wisata Penuh Sejarah yang Ada di Malaysia!

Oleh : Fidella Sita Aprila - Kategori : Destinasi / Edukasi / Wisata
11
Mar 2023

Malaysia, salah satu negara tetangga kita merupakan negara yang kaya akan sejarah dan budaya. Dengan perpaduan kebudayaan dan rasnya, kamu bisa menemukan keindahan dinatara perbedaan. Di dalamnya terdapat banyak tempat wisata penuh sejarah yang dapat menjadi destinasi menarik untuk kamu kunjungi. Dari kuil-kuil bersejarah hingga istana-istana kuno, Malaysia ini memiliki banyak tempat wisata yang menampilkan keindahan arsitektur dan perjalanan sejarah yang menarik untuk kamu pelajari dan eksplorasi, gaperlu pake lama-lama ini adalah 10 list tempat wisata bersejarah di Malaysia yang wajib kamu kunjungi, check this out!

  1. Thean Hou Temple

Tempat wisata sejarah di Malaysia yang pertama adalah Thean Hou Temple, sudah banyak yang tahu kok bahwa Thean Hou Temple ini adalah salah satu tempat wisata sejarah di Malaysia yang menarik dan juga unik. Kamu akan terpesona dengan keindahan arsitektur kontemporer dan tradisionalnya saat melihat bangunan ini. Ornamen dan prasasti khas Tiongkok di dalamnya juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung nih. Kuil keagamaan Buddha ini didirikan pada tahun 1894 dan merupakan salah satu kuil Buddha terbesar dan tertua di Asia Tenggara loh. Kuil Thean Hou ini sendiri dibangun untuk didedikasikan kepada Dewi Thean Hou, yang merupakan dewi laut, pelindung nelayan, dan perahu-perahu dalam kepercayaan Tiongkok. Banyak orang menganggap kuil ini sebagai “Dewi Surga” karena keindahan arsitektur dan dekorasi di dalamnya. Di dalam kuil terdapat tiga lantai, masing-masing dengan altar yang berbeda, seperti altar Buddha, Dewi Kuan Yin, dan Dewi Thean Hou sendiri. Selain sebagai tempat ibadah, Thean Hou Temple juga sudah menjadi tempat tujuan wisata yang populer karena keindahan arsitektur dan ornamen khas Tiongkok yang bisa kamu nikmati ketika melihat desain kuilnya. Sobat Asga juga dapat memasuki kuil secara gratis tanpa dipungut biaya sepeserpun, sehingga kamu bisa menikmati pemandangan serta mengeksplorasi keindahan kuil yang telah menjadi saksi sejarah perkembangan agama Buddha di Malaysia ini!

2. Masjid Jamek Sultan Abdul Samad

(Google Maps/Terence Lee)

Masjid ini adalah salah satu masjid yang juga menjadi tempat wisata yang populer dan selalu ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah seantero Malaysia. Sejarah masjid ini di mulai pada tahun 1907, di tahun tersebut, masjid ini dibangun pada saat masa penjajahan. Sehingga Masjid Jamek Sultan Abdul Samad ini adalah adalah salah satu masjid tertua di Malaysia loh. Sobat Asga akan terpesona dengan keindahan arsitektur masjid ini, terutama saat malam hari. Arsitektur masjid yang bisa kamu lihat di sini adalah keindahan perpaduan gaya Mughal, Islam, dan Moor ini sangat memukau. Keunikan masjid ini juga, di sini terdapat payung-payung raksasa yang biasa kamu temukan di Masjid Nabawi Madinah loh!

Ketika kamu datang ke masjid ini, kamu bisa melihat arsitektur Masjid Jamek Sultan Abdul Samad yang memiliki dua menara dengan ketinggian mencapai 25 meter dan sebuah kubah besar dengan diameter mencapai 22 meter. Masjid ini juga memiliki kapasitas hingga 8.000 jamaah saat digunakan untuk sholat Jumat, kapasitasnya banyak banget ya! Masjid Jamek Sultan Abdul Samad juga sering dijadikan sebagai lokasi acara-acara resmi seperti upacara kenegaraan atau acara keagamaan, ga heran kalau masjid ini juga menjadi destinasi wisata pengunjung mancanegara.

3. Melaka Sultanate Palace

Melaka Sultanate Palace atau Istana Kesultanan Melaka adalah museum sejarah yang terletak di Kota Melaka, Malaysia. Tempat wisata ini sebenarnya adalah sebuah replika kayu dari istana abad ke-15 milik Sultan Mansyur Shah, yang menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Melaka pada masa itu nih Sobat Asga. Bangunan ini dibangun pada tahun 1984 dan diresmikan oleh Yang di-Pertuan Agong pada tahun 1986. Istana ini dibangun dengan tujuan untuk memperkenalkan sejarah dan kebudayaan Melaka kepada generasi muda Malaysia serta pengunjung dari luar negeri. Di dalam museum ini, kamu dapat melihat berbagai artefak dan benda-benda sejarah dari zaman Kesultanan Melaka, seperti perhiasan, kostum tradisional, persenjataan, dan masih banyak lagi. Selain itu, Sobat Asga juga dapat melihat diorama yang menggambarkan kehidupan dan kebudayaan di Melaka pada masa lampau. Istana Kesultanan Melaka ini merupakan tempat wisata yang sangat penting bagi kamu yang suka banget sama sejarah negara-negara dan ingin mempelajari sejarah Malaysia dan Kesultanan Melaka. Dengan arsitektur yang khas, kamu dapat merasakan suasana zaman dulu dan melihat langsung warisan sejarah yang berharga bagi Malaysia.

4. The Stadthuys

(Google Maps/daryl khor)

The Stadthuys adalah bangunan bersejarah yang terletak di Kota Melaka, Malaysia yang dibangun pada tahun 1650 dan merupakan salah satu bangunan tertua yang masih berdiri dan bertahan di Melaka. Pada awalnya, bangunan ini memang digunakan sebagai pusat administratif Kantor Gubernur Belanda. Bangunan The Stadthuys memiliki ciri khas berwarna merah dan memiliki arsitektur yang unik, dengan pengaruh gaya arsitektur Belanda, Portugis, dan Inggris. Selain itu, seluruh bangunan di sekitarnya juga berwarna merah sehingga kawasan ini dikenal sebagai “Red Square” oleh warga sekitar. Namun, sekarang ini The Stadthuys dijadikan sebagai museum sejarah dan seni, terdapat beberapa pameran tentang sejarah Melaka dan budaya Melayu yang diselenggarakan di sini. Tempat ini juga sering dijadikan sebagai lokasi untuk acara budaya dan festival, serta menjadi tempat wisata populer di Melaka. Kamu dapat mengeksplorasi bangunan ini dan menikmati suasana yang eksotis dan instagramable di sekitarnya, cocok lah pokoknya untuk update sosial media kamu!

5. Gereja St. Paul

(Google Maps/Joo Seng Cheng)

Gereja St. Paul (St. Paul’s Church) adalah sebuah gereja bersejarah yang terletak di Bukit St. Paul, Melaka, Malaysia. Gereja ini awalnya dibangun pada tahun 1521 oleh Portugis dan dinamakan “Igreja de Madre de Deus” atau Gereja Bunda Allah dalam bahasa Indonesia. Namun, gereja ini hancur akibat serangan Aceh pada tahun 1568 dan kemudian dibangun kembali oleh Belanda pada tahun 1641.

Gereja St. Paul terkenal karena arsitekturnya yang indah dan juga menyimpan sejarah penting tentang perkembangan masyarakat Melaka. Setelah menjadi gereja selama ratusan tahun, bangunan ini kemudian diubah menjadi makam oleh Belanda pada abad ke-18, lalu diubah kembali menjadi museum pada tahun 1952. Saat ini, bangunan gereja ini hanya menyisakan beberapa bagian seperti pintu masuk, bangunan dasar dan beberapa tiang yang mengesankan. Tetapi pemandangan dari puncak bukit tempat gereja berada itu akan memberikan kamu panorama pemandangan yang sangat menakjubkan.

6. Jonker Street

Pada awalnya Jalan Jonker Street ini awalnya dikenal sebagai Jalan Hang Jebat dan menjadi pusat perdagangan Chinatown sejak abad ke-17. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, Jonker Street berkembang menjadi pusat perbelanjaan dan tempat wisata yang menawarkan berbagai macam kuliner, barang antik, suvenir, serta budaya dan sejarah Melaka.

Pada malam hari, Jonker Street akan ditutup untuk kendaraan sehingga kamu bisa berjalan-jalan dengan nyaman sambil menikmati suasana malam yang meriah dengan pencahayaan lampu-lampu warna-warni. Di sepanjang jalan ini, terdapat berbagai macam toko, warung makanan, kafe, dan kedai-kedai kue tradisional, yang menjual makanan dan minuman khas Malaysia seperti laksa, cendol, satay, dan masih banyak lagi. Bisa dijadikan alternatif untuk wisata kuliner kamu!

Selain itu, di sepanjang jalan ini juga terdapat toko-toko antik yang menjual berbagai macam lukisan, keramik, perhiasan, dan barang antik lainnya. Jonker Street juga menjadi pusat kegiatan budaya dan festival di Melaka, seperti Pesta Kesenian Melaka atau Melaka Arts Festival, Festival Lantern Jonker Walk, dan Festival Kue Bulan Jonker Walk. Selama festival, jalan ini dipenuhi oleh acara musik, tari, pertunjukan boneka, serta permainan dan lomba yang melibatkan masyarakat setempat dan wisatawan, jadi kalau kamu beruntung, kamu bisa mengikuti permainan dan lomba yang diselenggarakan warga setempat!

7. A Famosa Fort

(Google Maps/macedonboy)

Famosa Fort adalah benteng peninggalan Portugis yang dibangun pada tahun 1511. Kawasan benteng ini juga merupakan bangunan peninggalan Eropa tertua yang ada di Asia Tenggara loh. Sehingga A Famosa Fort ini memiliki sejarah yang besar karena merupakan saksi dari banyak peristiwa penting yang terjadi selama masa penjajahan Portugis di Asia Tenggara. Benteng ini awalnya berdiri di atas bukit dan terdiri dari beberapa bagian, termasuk benteng utama, gereja, dan taman. Selama hampir 150 tahun, benteng ini menjadi pusat kekuatan Portugis di kawasan tersebut, namun naas, pada tahun 1641, Malaka jatuh ke tangan Belanda dan benteng ini diambil alih oleh mereka. Setelah Belanda mengambil alih benteng ini, mereka menambahkan beberapa bangunan baru, termasuk Pintu de Santiago dan bangunan kantor. Sayangnya, banyak bagian dari benteng ini hancur karena perang dan bencana alam, jadi sekarang hanya sedikit yang tersisa dari struktur asli. Meski begitu, A Famosa Fort tetap menjadi daya tarik wisata yang populer dan sering menjadi latar belakang bagi berbagai acara dan festival di Malaka kok!

8. Baba Nyonya Heritage Museum

Museum unik dan menarik yang satu ini didirikan oleh keluarga Peranakan Cina yang memiliki rumah ini selama beberapa generasi sejak tahun 1861. Rumah tersebut awalnya dibangun dengan gaya arsitektur Belanda dan kemudian diubah menjadi gaya Peranakan.

Ketika kamu mengunjungi museum ini, kamu akan ditampilkan tentang kehidupan dan warisan budaya Baba Nyonya, komunitas Peranakan Cina yang menetap di Melaka selama beberapa abad. Kamu juga dapat melihat koleksi perabotan rumah tangga, perhiasan, busana, dan seni tradisional Peranakan pada masa itu. Museum ini dibangun untuk menampilkan sejarah perkawinan campur antara orang Cina dan Melayu serta kebiasaan-kebiasaan unik yang dimiliki oleh masyarakat Peranakan Cina. Baba Nyonya Heritage Museum merupakan tempat yang populer dikunjungi oleh wisatawan yang tertarik dengan sejarah dan budaya lokal. Museum ini memberikan wawasan yang unik tentang kehidupan masyarakat Peranakan Cina dan warisan budayanya yang kaya dan beragam.

9. Kellie’s Castle

Kastil yang berada di Batu Gajah, Perak Malaysia ini awalnya dibangun oleh William Kellie Smith, seorang pengusaha yang berasal dari Skotlandia, pada awal abad ke-20. Kellie memulai pembangunan kastil ini pada tahun 1915 dan pada awalnya, rencananya membangun kastil ini adalah untuk membuatnya menjadi kediaman pribadinya yang mewah. Kellie’s Castle memiliki desain arsitektur yang unik, dengan pengaruh gaya Moor, Romawi dan Hindu. Beberapa desain menarik dari kastil ini diantaranya adalah, menara jam setinggi lima tingkat, ruang bawah tanah, teras yang luas, dan kolam renang. Namun, pembangunan kastil ini terhenti pada tahun 1926 ketika Kellie meninggal dunia secara tiba-tiba saat berada di Portugal. Setelah kematiannya, kastil ini ditinggalkan dan hanya menjadi bangunan yang tidak selesai. Meskipun begitu, Kellie’s Castle tetap menjadi tujuan wisata yang populer di Malaysia dan bisa kamu kunjungi saat liburan ke Malaysia.

10. Museum Diraja Negara

(Google Maps/Janos Pilcz)

Tempat wisata penuh sejarah di Malaysia yang terakhir adalah Museum Diraja Negara Malaysia. Museum sejarah dan budaya nasional Malaysia ini terletak di Jalan Istana di Kuala Lumpur, Malaysia. Di Museum ini, kamu bisa menemukan banyak koleksi seni, artifak, dan artefak sejarah yang beragam, termasuk koleksi kerajaan Melayu yang signifikan.

Bangunan museum ini sendiri sebenarnya adalah bekas kediaman resmi Raja-raja Melayu dari tahun 1928 hingga 2011. Museum ini memiliki tiga lantai, dengan setiap lantai menampilkan pameran yang berbeda. Lantai pertama difokuskan pada sejarah dan kebudayaan Melayu, termasuk seni dan peralatan tradisional, senjata, dan kostum. Lantai kedua itu menampilkan artefak dari kerajaan-kerajaan lain di Malaysia, seperti Sarawak, Sabah, dan Negeri Sembilan. Sedangkan lantai ketiga menampilkan seni kontemporer. Salah satu pameran terkenal di Museum Diraja Negara Malaysia adalah replika istana Sultan Mahmud Mangkat di Terengganu. Pameran ini memberikan pengunjung gambaran tentang kehidupan kerajaan Melayu dan kekayaan budaya mereka. Museum Diraja Negara Malaysia juga menampilkan pameran yang berbeda setiap bulan untuk memperkenalkan berbagai aspek budaya dan sejarah Malaysia kepada Sobat Asga yang sedang mengunjungi museum ini. Dengan koleksi seni dan artefak yang kaya, Museum Diraja Negara Malaysia adalah tempat yang wajib dikunjungi oleh kamu atau siapa saja yang ingin mengetahui lebih dalam tentang sejarah dan kebudayaan Malaysia.

Nah setelah kamu mengetahui berbagai tempat wisata bersejarah di Malaysia, mulai dari Thean Hou Temple hingga Museum Diraja Negara, kamu jadi tahu kalau Malaysia memang memiliki banyak tempat wisata penuh sejarah yang menakjubkan yang patut kamu kunjungi di masa depan. Jadi, kalau kamu ingin merasakan sensasi perjalanan waktu ke masa lalu dan mengeksplorasi kekayaan sejarah dan budaya Malaysia, jangan ragu untuk mengunjungi tempat-tempat wisata penuh sejarah yang sudah Asgatour sebutkan tadi. Rasakan pengalaman wisata di Malaysia yang tak terlupakan ya! Waduh, kalau kamu jadi ngebet liburan ke Malaysia, kamu harus cepet cek paket wisata opentrip ke Malaysia di Asgatour nih! Karena kamu akan dapat banyak keuntungan ketika liburan bersama Asgatour, mulai dari promo liburan, jaminan keamanan, dan masih banyak lagi. Tunggu apalagi? Yuk liburan ke Malaysia bersama Asgatour!

0 Komentar

ALamat Kami

PT. Wakca Intan Wisata

SIUP 0220107362663
NPWP 54.591.551.4-444.000
Jl. Panawuan No. 15, RT. 04/07, Ds. Sukajaya, Kec. Tarogong Kidul, Kab. Garut - 44151 - 44151

0817220200

hubungi kami >