IKUTI
Info Asgatour
  • 1 minggu yang lalu / Marhaban yaa Ramadhan, ASGATOUR mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa !
  • 2 bulan yang lalu / Asgatour adalah tour operator wisata no. #1 di garut
Pantai Puncak Guha Garut

Pantai Puncak Guha Garut

Oleh : Asgatour - Kategori : Artikel
18
Dec 2020

PERNAHKAH Anda mengenal nama pantai Puncak Guha? Sebuah pantai yang berada di kawasan Garut Selatan ini, memang tidak seterkenal dengan pantai-pantai lainnya di Kabupaten Garut. Namun untuk urusan keindahan alam, Pantai Puncak Guha bisa melebihi pantai lainnya. Sayang, pantainya tidak bisa diojayan lantaran pantainya cukup terjal dan dipenuhi batu karang.

Lokasi Pantai Puncak Guha tidak jauh dari Pantai Rancabuaya jaraknya kurang lebih 2 km arah ke Pantai Santolo. Untuk mencapai pantai ini tak sulit, selain di pinggir jalan lokasinya agak sedikit berada di dataran tinggi. Jalannya lumayan cukup menanjak dengan tanah merah dengan pinggir kiri kanan ditumbuhi rumput yang mulai menguning terpapar sinar matahari. Setelah beberapa meter, nampak pintu gerbang kusam terbuat dari beberapa batang bambu. Di bagian atas gerbang tertulis “Selamat Datang di Puncak Guha”.

Sebagian pengunjung yang datang banyak yang berkomentar miring ketika harus menaiki tanjakan ke Puncak Guha. Gurat kekecewaan nampak diraut wajah para pengunjung. Namun kekecewaan para pengunjung langsung berubah, begitu mereka tiba di Puncak Guha. Pemandangan Pantai Rancabuaya dan pantai-pantai di sepanjang jalan Garut – Tasikmalaya terlihat begitu menakjubkan. Keagungan Tuhan begitu kentara ketika berdiri di salah satu tebing yang menghadap pantai Selatan Jawa.

Angin yang berhembus menerpa wajah, membuat siapapun merasakan kesejukan yang begitu kuat ditengah terik matahari. Sejumlah bangunan saung dan pagar sengaja dibangun di Puncak Guha. Sayang keberadaannya sudah mulai rusak. Temboknya banyak yang coplok marekplekan dimakan usia. Namun semuanya itu tidak menjadi pusat perhatian. Yang diperhatikan hanyalah pemandangan pantai yang begitu menakjubkan.

Padang rumput (savana) khas pantai nampak menghijau diselingi tanaman pandan laut yang berduri memberikan pemandangan yang lain.

Konon, menurut masyarakat setempat, di bagian dinding yang menghadap pantai selatan terdapat goa yang dipenuhi lalay atau codot. Tak heran keberadaan puncak itu disebut Puncak Guha oleh masyarakat setempat. Sayang penulis tidak sempat mengambil gambar guha lalay tersebut, karena tebing yang cukup curam membuat hati agak ciut untuk turun ke bibir goa.

Melihat keindahan tiada tara, para pengunjung pun berlomba-lomba untuk mengambil momen tersebut dengan kamera yang dimiliki maupun kamera handphone. Sebagian besar dari peserta pun mencoba narsis minta difoto bareng didepan kendaraannya masing-masing.

Menginjakkan kaki di Puncak Guha sekalipun hanya beberapa saat, namun mampu memberi energi para pengunjung untuk kembali melanjutkan perjalanan ke Pameungpeuk dan Cipatujah, yang jauhnya kurang lebih 90 km dari Puncak Guha.

Otak yang tadinya mumet selama di Rancabuaya, mendadak cair. Badan yang tadinya pegel pun, kembali segar. Namun peluh masih tetap mengucur memenuhi badan hingga lengket.

Puncak Guha lokasinya tidak begitu jauh dari Pantai Rancabuaya, kurang lebih 2km ke arah timur. Pemandangan yang cukup indah inilah, sehingga banyak orang mau berlama-lama ngajanteng di Puncak Guha. Seperti dilakukan Maman bersama keluarganya. Datang menggunakan dua sepeda motor, Maman bersama isterinya datang langsung dari Bungbulang Garut sambil membawa bekal makanan. Agar perut tidak kemasukan angin, Maman sengaja membawa ayam mentah untuk dibakar di Puncak Guha. Lengkap sudah pelesiran Maman ke Puncak Guha.

“Saya sering ke Puncak Guha. Pemandangannya cukup menakjubkan, sehingga saya tidak bosan untuk datang kembali ke Puncak Guha. Apalagi datang bersama keluarga,” terangnya.

Setelah badan kembali segar, kami pun melanjutkan perjalanan ke Pameungpeuk dan Cipatujah. Kami terpaksa menyimpan rasa kecewa yang cukup mendalam dipuncak tersebut. Namun kami beruntung berhasil membawa sejuta memori kenangan keindahan Puncak Guha yang baru pertama kali menginjakan kaki disana.



Belum terekspos



Konon, Puncak Guha ditemukan sejak tahun 1990-an. Namun belum terekspos luas, sehingga kurang kepedulian pemerintah Kabupaten Garut. Walaupun ada sejumlah bangunan saung tembok dan pagar, namun kondisinya sudah memprihatinkan. Bahkan akses menuju ke Puncak Guha belum mendapat sentuhan pemerintah untuk dibuatkan smoking area jalan aspal sampai ke Puncak Guha dari jalan Raya Lintas Jabar Selatan.

Ini sangat disayangkan. Coba kalau objek wisata Puncak Guha ini dibenahi dan dilengkapi sarana prasarananya, jumlah pengunjung pun pasti bertambah. Dampaknya, perekonomian masyarakat setempat pun terdongkrak. Tapi inilah kenyataannya, baik Pemkab Garut maupun Pemprov Jabar tidak pernah menoleh pada objek wisata yang satu ini. Sehingga keberadaan Puncak Guha hidup enggan mati tak mau.

Tidak hanya itu, investor swasta pun seolah enggan menanamlan investasinya di Puncak Guha ini, Jika Puncak Guha mendapat sentuhan investor yang kreatif dan inovasi bukan tidak mungkin akan menjadi objek wisata incaran wisatawan luar negeri. Kapan hal itu terjadi? Entahlah, jika semua pihak peduli.

Sumber: http://www.disparbud.jabarprov.go.id/wisata/stcontent.php?id=101&lang=id

0 Komentar

Data Perusahaan

PT Wakca Intan Wisata

SIUP 8120116011117
NPWP 54.591.551.4-444.000
Cluster d❛Platinum, Jalan Suherman Kav.54, Jati - Tarogong Kaler, Garut - 44151

0817-220-200

0262-2790972

Tujuan Tour

Paket Populer

Pos Terbaru

Dodol garut
Pos : 29 December 2020